10. Prakarya

KERAJINAN BAHAN KERAS

A. PENGERTIAN KERAJINAN BAHAN KERAS

Produk kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras. Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

  1. Bahan keras alami, yaitu bahan yang diperoleh di lingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras, misalnya kayu, bambu, batu, dan rotan.
  2. Bahan keras buatan, yaitu bahan-bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat bahan-bahan kerajinan, misalnya berbagai jenis logam dan fiberglass.

B. MACAM-MACAM PRODUK KERAJINAN BAHAN KERAS

A. KERAJINAN LOGAM

Kerajinan logam menggunakan bahan logam, seperti besi, perunggu, emas, perak, dan lain-lain. Teknik yang digunakan menggunakan sistem cor, ukir, tempa, atau sesuai dengan bentuk yang dikehendaki. Bahan logam banyak digunakan sebagai perhiasan atau aksesori.

Selain itu, bahan logam juga digunakan sebagai benda hias dan benda fungsional lainnya, seperti gelas, kap lampu, wadah serbaguna, serta piala sebagai simbol kejuaraan. Sifat loga adalah keras sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, misalnya diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa.

B. KERAJINAN KAYU

Kerajinan ukir kayu adalah kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir. Kerajinan ukir memang lebih banyak menggunakan bahan bakukayu sebagai bahan utamanya. Adapun jenis kayu yang biasa digunakan adalah kayu jati, mahoni, waru, sawo, dan nangka.

C. KERAJINAN BAMBU

Kerajinan bahan keras selanjutnya adalah kerajinan bambu. Sejak dahulu kala, masyarakat Indonesia telah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari yang sederhana bahkan yang paling rumit sekalipun. Saat ini produk kerajinan bambu tampil dengan desain yang lebih menarik dan bernilai estetis. Pembuatan kerajinan dari bahan bambu menggunakan teknik anyaman dan teknik tempel atau sambung. Produk anyaman Indonesia sangat terkenal di luar negeri dengan berbagai motif dan bentuk yang dikemas dnegan menarik.

D. KERAJINAN ROTAN

Rotan merupakan hasil kekayaan alam yang sangat besar di Indonesia, terutama di Pulau Kalimantan. Rotan bersifat kuat dan lentur, sehingga sangat cocok dijadikan sebagai benda kerajinan dengan teknik anyaman. Adapun contoh produksi kerajinan dari bahan rotan adalah meja dan kursi, lemari, serta tempat makan.

E. KERAJINAN BATU

Indonesia sangat kaya akan jenis bebatuan yang beraneka ragam. Banyak daeah di Indonesia menjadikan bebatuan warna sebagai produk kerajinan, seperti aksesori pelengkap busana dan sebagai penghias benda. Adapun jenis batu yang banyak digunakan untuk produk kerajinan adalah batu hitam yang keras dan batu padas berwarna putih atau cokelat yang lunak. Teknik pengolahan batu hitam dan batu padas banyak menggunakan teknik pahat dan teknik ukir. Kerajinan batu banyak digunakan sebagai hiasan interior dan eksterior.

F. KERAJINAN KACA SERAT (FIBERGLASS)

Kaca serat (Fiberglass) adalah serat gelas berupa kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis. Serat ini dapat dipintai menjadi benang atau ditenun menjadi kain. Kemudian, diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi. Oleh karena itu, fiberglass sering digunakan sebagai bahan mobil dan bangunan kapal. Selain itu, fiberglass  juga digunakan sebagai agen penguat untuk banyak produk plastik. Kerajinan fiberglass memerlukan beberapa campuran dalam proses pembuatannya. CAmpuran fiberglass terdiri cairan resin (minyak resin bahan dasarnya inyak bumi dan residu), katalis, met atau serat fiber, poles atau sabun krim silikon untuk membuat cetakan, serta talk untuk memekatkan warna.

Dengan proses pembuatannya diperlukan perbandingan yang sesuai agar mendapatkan hasil yang baik. Apabila zat cair (resin dan katalis) dicampur, maka akan bereaksi dari cair menjadi padat dan keras berwarna bening mengkilap.